Anak Yatim

Siapakah yang dimaksud dengan anak yatim? Apakah perbedaan antara anak yatim dan anak piatu? Lalu bagaimana dengan anak yatim-piatu?
Secara
bahasa “yatim” berasal dari bahasa arab. Dari fi’il madli “yatama”
mudlori’ “yaitamu” dab mashdar ” yatmu” yang berarti : sedih. Atau
bermakana : sendiri.
Adapun
menurut istilah syara’ yang dimaksud dengan anak yatim adalah anak yang
ditinggal mati oleh ayahnya sebelum dia baligh. Batas seorang anak
disebut yatim adalah ketika anak tersebut telah baligh dan dewasa
Sedangkan
kata piatu bukan berasal dari bahasa arab, kata ini dalam bahasa
Indonesia dinisbatkan kepada anak yang ditinggal mati oleh Ibunya, dan
anak yatim-piatu : anak yang ditinggal mati oleh kedua orang tuanya.
Didalam
ajaran Islam, mereka semua mendapat perhatian khusus melebihi anak-anak
yang wajar yang masih memiliki kedua orang tua. Islam memerintahkan
kaum muslimin untuk senantiasa memperhatikan nasib mereka, berbuat baik
kepada mereka, mengurus dan mengasuh mereka sampai dewasa. Islam juga
memberi nilai yang sangat istimewa bagi orang-orang yang benar-benar
menjalankan perintah ini
Secara
psykologis, orang dewasa sekalipun apabila ditinggal ayah atau ibu
kandungnya pastilah merasa tergoncang jiwanya, dia akan sedih karena
kehilangan seseorang yang sangat dekat dalam hidupnya. Orang yang selama
ini menyayanginya, memperhatikannya, menghibur dan menasehatinya. Itu
orang yang dewasa, coba kita bayangkan kalau itu menimpa anak-anak yang
masih kecil, anak yang belum baligh, belum banyak mengerti tentang hidup
dan kehidupan, bahkan belum mengerti baik dan buruk suatu perbuatan,
tapi ditinggal pergi oleh Bapak atau Ibunya untuk selama-lamanya.
Betapa
agungnya ajaran Islam, ajaran yang universal ini menempatkan anak yatim
dalam posisi yang sangat tinggi, Islam mengajarkan untuk menyayangi
mereka dan melarang melakukan tindakan-tindakan yang dapat menyinggung
perasaan mereka. Banyak sekali ayat-ayat Al-qur’an dan hadits-hadits
Nabi saw yang menerangkan tentang hal ini. Dalam surat Al-Ma’un
misalnya, Allah swt berfirman:
(( أرأيت الذي يكذب بالدين ، فذلك الذي يدع اليتيم ، ولا يحض على طعام المسكين ))
.
“Tahukah
kamu orang yang mendustakan Agama, itulah orang yang menghardik anak
yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan kepada orang miskin ”
{QS. Al-ma’un : 1-3}
Komentar
Posting Komentar