Penyebab Tsunami Palu Terungkap
Para
ilmuwan semakin dekat dalam memahami bencana tsunami di Kota Palu,
Sulawesi Tengah yang terjadi pada akhir September 2018 lalu.
Hasil awal dari berbagai investigasi bencana tsunami disampaikan dalam pertemuan Persatuan Geofisika Amerika di Washington DC.Pertemuan yang digelar pada 10-14 Desember itu mulai bisa mengungkap fenomena bencana tsunami di Kota Palu dan sekitarnya.
Hasil awal dari berbagai investigasi bencana tsunami disampaikan dalam pertemuan Persatuan Geofisika Amerika di Washington DC.Pertemuan yang digelar pada 10-14 Desember itu mulai bisa mengungkap fenomena bencana tsunami di Kota Palu dan sekitarnya.
Seperti
diketahui bahwa gelombang tsunami menerjang Kota Palu setelah terjadi
gempa bumi dengan kekuatan 7,8 Magnitude.Saat itu, para peneliti
merasa bingung dengan besarnya tsunami yang menerjang Kota Palu. Namun,
sebuah survei di pesisir pantai Kota Palu menunjukkan kemungkinan
penyebab terjadinya tsunami dalam skala yang luas itu.
Temuan
survei memperlihatkan adanya penurunan dasar laut secara signifikan
setelah terjadi gempa tersebut. Anjloknya dasar laut inilah yang diduga
sebagai penyebab bergeraknya air secara tiba-tiba yang kemudian
menerjang daratan Kota Palu.
Menurut temuan survei, gempa terjadi pada apa yang disebut dengan strike-slip fault atau
patahan sesar geserPatahan sesar geser adalah fenomena di mana salah
satu patahan terus bergeser secara horisontal melewati patahan lainnya.
Konfigurasi
patahan seperti itu umumnya tidak dikaitkan dengan tsunami berukuran
sangat besar. Namun demikian, itulah yang terjadi di Kota Palu pada 28
September menjelang Maghrib.
Saat itu, dua gelombang besar terpantau, dengan gelombang kedua menjadi yang terbesar hingga masuk ke daratan sejauh 400 meter.
Udrekh
Al Hanif, dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT),
mengatakan pada pertemuan Persatuan Geofisika Amerika bahwa sumber
tsunami seharusnya berjarak sangat dekat dengan Kota Palu.Mengingat
interval antara awal gempa dan datangnya tsunami hanya berkisar kurang
dari tiga menit.
Dia
dan rekan-rekannya berusaha mencari jawaban menggunakan peta kedalaman
laut (batimetrik) di teluk sempit dan panjang yang mengarah ke Kota
Palu.Tim Udrekh masih terus bekerja menemukan jawabannya. Namun data
menunjukkan dasar laut di sebagian besar teluk anjlok karena gempa.Hasil
ini, dikombinasikan dengan gerakan patahan secara tiba-tiba ke utara,
hampir bisa dipastikan sebagai penyebab munculnya tsunami.
"Ketika
kami bandingkan data batimetrik dari sebelum dan sesudah (tsunami),
kami dapat melihat bahwa hampir semua bagian dasar laut di dalam teluk
mengalami penurunan. Dan dari data ini, kami juga bisa mengamati
pergerakan patahan ke utara. Dengan demikian, kami melihat adanya
pergeseran vertikal dan horizontal," kata Udrekh kepada BBC News.Namun, apakah fenomena ini sudah cukup untuk menjelaskan ukuran tsunami, masih perlu dipertanyakan.
Komentar
Posting Komentar